Senin, 20 Juni 2011

unexplored monday..

senin, pagi, hujan! hari ini benar2 tak punya sopan santun, senin pagi yang dinanti dengan gusarnya hujan mengguyur menerjang tanah kesetanan tak layaknya lembut embun dan kabut fajar. Tak nampak lantang suara penjual nasi kuning amatir oleh seorang bocah kerempeng yang teriakan promosi jualannya merusak gendang telinga itu. Jam segini biasanya dia sudah hilir mudik mengobras keranjang nasinya di depan rumah ku ini. 60mnt, 90mnt, ahh.. Sdh 2 jam saya merindukan bocah itu, sudah semalaman tadi saya kelaparan pula. Bocah tengik! Tapi sudahlah, tak masuk akal juga jika menyalahkan bocah penjual itu atas derita lapar ku pagi ini..

Hmm.. Sudah jam 9. Apa? Ada yang salah? Iya, saya belum beraktivitas pagi ini. Bukan, bukan masalah lapar dan nasi kuning, masih karena hujan lantas saya terkurung di rumah bisu ini. Padahal sebelum hujan tadi saya mau memastikan kalau pagi ini saya telah sementara sedang kuliah di ruangan kelas FIB 213. Senin yang ku benci memberi hujan di pagi hari, adakah yang lebih buruk? Apakah ini Tuhan punya kehendak? Atau ada semacam mesin di rumah seorang penjahat yang sengaja menyalakan mesin hujannya agar ekonomi mikro bocah pedagang nasi kuning defisit dan agar nilai mid smester ku timpang? Maaf, saya bukan bermaksud berstetmen hujan adalah kejahatan, cuma mau mencari kambing hitam supaya terlihat hari senin ku lebih baik tanpa hujan..

Sebuah harapan masih tersisa tentunya, semoga dosen ku yang maha disiplin itu membatalkan niatnya untuk tetap disiplin hari ini dan tak memberi efek sarkastis pada ku lagi. Dan untuk mu hujan, merasa bergembiralah, selamat! Kau sukses memincangkan sejenak aktifitas maros, pasar sepi, jalan raya lengang, sungai keruh, langit gelap dan laut bergelombang parang. Apakah kau tahu kuliah ku hancur atau kau senang melihatnya hancur?! Ayolah hujan, sadarlah. Pagi ini banyak yang membenci mu, kau membuat orang semakin repot di pagi ini..

Bukannya saya takut pada mu, tapi tidak keren jika saya masuk kampus dengan badan menggiggil basah kuyup, kan?!

Hmm.. Jika hujan sudah reda, makan nasi kuning tidak ya? Ke kampus tidak ya?



-Maros, 280311-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar